KEL. LOLU UTARA

Sejarah Singkat

SEJARAH SINGKAT LOLU UTARA

Berbicara tentang asal-usul Kelurahan LOLU, sulit untuk dipaparkan secara gamblang, oleh karena catatan resmi yang diperoleh tentang asal-usul Kelurahan Lolu tersebut belum ada. Jumlah tempat pemukiman Penduduk dengan jumlah penduduk yang senantiasa berkembang seiring barjalannya sang waktu.

Seperti halnya desa dan Kelurahan yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah, Kelurahan Lolu pun mempunyai sejarah pada awal terbentuknya, Kelurahan ini awalnya merupakan bagian dari kampung Besusu dan pemukiman ini awalnya disebut “BOYA LOU” yang berarti pemukiman yang agak besar, karena terdiri dari beberapa dusun.

Pada zaman pendudukan Belanda, beberapa pemukiman disatukan dan dikepalai oleh seorang DISTRIK. Boya Lou dikepalai seorang Distrik dari Manado bernama parengkoan, yang kemudian mengganti nama Boya Lou menjadi “LOLU” yang kemudian terbentuk menjadi kampung Lolu. Nama Lolu itu sendiri diambil dari asal kata LOU (Pohon Besar) yang dikeramatkan oleh penduduk daerah tersebut, yang mempunyai makna kesenangan atau memberikan kesenangan bagi orang yang ada ditempat itu. Setelah menjadi sebuah kampung, Lolu mempunyai tiga dusun, dimana dusun satu bernama kasimoru yang berarti tempat berkumpul, dusun dua bernama Sobongi, diambil dari nama orang yang membuat sebuah tempat pemandian (Sumur) yang oleh masyarakat menyebutnya dengan nama Sobongi, sementara dusun tiga  bernama simbilo, juga diambil dari nama seorang yang membuat permandian di tempat ia bermukim, seperti halnya pada dusun dua.